Data dari kepolisian mencatat empat kepala keluarga kini kehilangan tempat tinggal sementara.
Mereka adalah Aripin (67), Suparman (34), Ijang Muhyiddin (46), dan Sidik (25).
Keempatnya merupakan warga Kampung Panyerwesi yang rumahnya berada tepat di jalur rawan longsor tersebut.
Hingga Sabtu siang, aparat gabungan dari unsur Forkopimcam Singajaya, Koramil, BPBD, hingga Dinas Sosial masih berjibaku di lapangan.
Petugas melakukan pendataan kerusakan bangunan serta memitigasi potensi longsor susulan.
Meski situasi dinyatakan kondusif, kerugian materiil akibat bencana ini masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait.
Tatang pun mengingatkan warga yang bermukim di lereng perbukitan untuk melipatgandakan kewaspadaan.
Mengingat cuaca ekstrem yang masih mengintai Garut Selatan, potensi bencana serupa dianggap masih sangat tinggi.














