banner 720x220

Tanah Ciamis Mulai ‘Sakit’ Terpapar Kimia, Herdiat Minta Petani Move On ke Organik

​”Permintaan ekspor itu luar biasa, mulai dari Jepang, Malaysia, sampai Singapura. Jadi secara ekonomi, ini jauh lebih menguntungkan,” jelasnya.

​Ancaman El Niño di Depan Mata

​Namun, ambisi besar ini dibayangi tantangan berat.

Fenomena El Niño alias kemarau panjang diprediksi bakal menghantam pada pertengahan tahun 2026.

Herdiat pun mewanti-wanti petani agar tidak ceroboh dalam menghitung pola tanam.

​”Hati-hati, musim kemarau panjang El Niño segera datang. Hitung betul waktu tanam supaya tidak gagal panen,” pesannya.

​Pemerintah Kabupaten Ciamis tak mau hanya sekadar memberi perintah. Herdiat menjanjikan dukungan penuh mulai dari bantuan bibit hingga pupuk.

Bahkan, ia menginstruksikan seluruh Pemerintah Desa untuk menyulap ‘tanah bengkok’ (tanah kas desa) menjadi lahan percontohan organik.

​Sebagai bukti nyata, Herdiat memamerkan Kelompok Tani Parikesit yang baru saja menyabet Juara 2 nasional di ajang Bank Indonesia Award 2025.

Prestasi ini jadi bukti sahih bahwa petani Ciamis bisa bicara banyak di level nasional jika serius menggarap sektor organik.

​Tak berhenti di padi, Bupati juga mengajak warga mulai membiasakan makan umbi-umbian.

Intinya, Ciamis ingin merombak total pola makan dan pola tanamnya demi masa depan yang lebih sehat dan kaya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *