Ciamis,Kondusif.com,- Kondisi lahan pertanian di Kabupaten Ciamis sedang tidak baik-baik saja. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, blak-blakan menyebut tanah di wilayahnya sudah terkontaminasi bahan kimia dosis tinggi.
Tak mau warganya terus mengonsumsi hasil panen yang “beracun”, Herdiat kini meminta para petani untuk segera move on ke pertanian organik.
Langkah berani ini dimulai saat Herdiat terjun langsung memimpin Gerakan Tanam Padi Organik di Desa Bangunsari, Pamarican, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, transisi ke organik bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan mendesak demi menyelamatkan kesehatan masyarakat dan kesuburan tanah.
”Tanah kita sudah banyak tercampur bahan kimia, efeknya hasil pertanian pun ikut terkontaminasi. Kita mulai dari sekarang, sedikit demi sedikit beralih ke organik. Ini harga mati untuk kesehatan masyarakat,” tegas Herdiat.
Selama ini, banyak petani takut beralih ke organik karena dianggap sulit dan hasilnya sedikit. Herdiat langsung mematahkan mitos tersebut.

Faktanya, bertani tanpa kimia justru bisa memangkas biaya produksi karena harga pupuk organik jauh lebih ramah kantong.
Bicara soal hasil, angkanya ternyata fantastis. Lahan organik di Ciamis mampu memproduksi 8 hingga 9 ton per hektare.
Belum lagi harga jual beras organik yang selangit dan menjadi rebutan pasar internasional.














