Ia menarik unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, hingga Kepolisian untuk memelototi setiap proses pengadaan dan tata kelola anggaran.
”Dana haji yang dikelola sangat besar, maka komitmen terhadap tata kelola yang bersih adalah mutlak. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali dalam bentuk layanan terbaik bagi jemaah,” imbuhnya.
Langkah tegas ini, lanjut Irfan, merupakan instruksi langsung dari Presiden RI.
Tujuannya satu: menghadirkan pelayanan haji yang transparan dan berorientasi penuh pada kepuasan jemaah.
Apresiasi Petugas di Lapangan
Menutup arahannya, Irfan memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur yang telah banting tulang di tahap persiapan.
Namun, ia mengingatkan agar petugas tidak cepat puas dan tetap menjaga ritme kerja.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran di Jawa Timur yang telah bekerja maksimal. Saya minta terus jaga kekompakan dan tingkatkan standar pelayanan. Fokus kita satu: memberikan yang terbaik demi jemaah haji Indonesia,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut berakhir dengan penguatan koordinasi antar-bidang.
Langkah ini dilakukan guna memastikan skema pemberangkatan jemaah yang akan dimulai dalam waktu dekat bisa berjalan mulus tanpa kendala teknis.














