Menurutnya, konsistensi menjalankan shalat 17 rakaat setiap hari menjadi cermin kualitas iman seseorang.
Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk memanfaatkan sisa umur dengan memperbanyak amal saleh.
Ia mengutip hadits tentang sebaik-baik manusia adalah mereka yang panjang umurnya namun tetap istiqomah dalam kebaikan.
KH Asep juga menyoroti tantangan era digital yang semakin kompleks.
Ia mengimbau jemaah agar lebih bijak menggunakan media sosial supaya tidak terjebak dalam hal-hal yang dapat melunturkan nilai-nilai akidah.
Momen Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi titik balik bagi warga untuk menata kembali orientasi hidup.
Penguatan akhlak menjadi poin penting agar masyarakat tetap harmonis di tengah godaan zaman yang kian beragam.
Hingga akhir acara, ribuan jemaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sangat tertib dan khidmat.
Kondusivitas yang terjaga membuktikan bahwa semangat religiusitas warga Cikoneng masih sangat kuat dan mengakar.














