Dari hasil penyisiran awal, polisi menemukan sejumlah barang mencurigakan, termasuk bom rakitan, remot kontrol, senjata airsoft gun laras panjang, dan revolver di area belakang aula. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ledakan bukan akibat korsleting listrik atau bahan kimia, melainkan bersumber dari bahan peledak buatan.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan asal-usul dan motif di balik peledakan tersebut. “Kami belum dapat memastikan jenis bahan peledak yang digunakan. Tim sedang bekerja di lapangan,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Situasi Kondusif, Warga Diminta Tetap Tenang
Meski menimbulkan kepanikan awal, situasi di sekitar SMA Negeri 72 Jakarta kini berangsur kondusif. Polisi dan aparat keamanan dari Polres Jakarta Timur serta Kodim setempat masih berjaga untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.
Pihak sekolah juga mengimbau para orang tua siswa agar tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
“Kami fokus pada keselamatan siswa dan guru. Aktivitas sekolah dihentikan sementara sampai ada kepastian keamanan,” kata seorang perwakilan sekolah.
Hingga kini, penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap sumber dan motif di balik ledakan yang mengguncang dunia pendidikan di Jakarta Timur ini.














