“Untuk menjaga kepercayaan publik dan keamanan siswa, semua menu kami tarik. Kami juga langsung menyiapkan penggantian dengan menu kering yang lebih aman dan tahan lama,” ujarnya.
Sedang Mengikuti Rakornas Saat Kejadian
Lebih jauh, Doni menyampaikan bahwa pada hari kejadian, sebagian pengurus dan tim dapur baru saja kembali dari Rakor Nasional bersama BGN di Bogor bersama para pelaksana MBG dari tiga provinsi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh bupati, wali kota, dan gubernur, serta rencananya akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Namun, Presiden berhalangan hadir karena sedang menjalankan misi perdamaian dunia di Mesir.
“Meski dalam kondisi baru selesai kegiatan besar, kami tetap tanggap dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan sekolah. Kami berterima kasih kepada pihak SMPN 2 dan SMPN 3 Ciamis atas koordinasinya yang baik. Pengawasan dari pihak sekolah justru memperkuat sistem kendali mutu kami,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, SPPG Pawindan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP dapur dan sistem kontrol mutu.
Termasuk memperketat pemeriksaan bahan baku, suhu pemasakan, serta rantai distribusi makanan.
“Kami akan perketat standar pengolahan, terutama untuk menu berbahan daging ayam. Setiap dapur akan mendapat supervisi langsung sebelum dan sesudah pengiriman agar tidak ada lagi kesalahan teknis sekecil apa pun,” tutur Doni.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya siap menerima masukan dari publik maupun sekolah.
Tujuannya agar program MBG tetap berjalan optimal dan dipercaya masyarakat.
“Kami tidak menutup diri terhadap kritik. Justru ini jadi bahan evaluasi penting agar kualitas makanan yang diterima anak-anak selalu aman, sehat, dan bergizi,” pungkas Doni.














