“Kalau ada peserta yang kesulitan karena tidak memiliki perangkat untuk tes, sekolah akan memfasilitasi dengan menyediakan komputer. Kami hanya bertugas membantu, bukan sebagai penentu kelulusan,” kata Ida.

Meski pelaksanaan tahap pertama berjalan lancar, pihak sekolah mengakui adanya sejumlah kendala teknis, khususnya terkait koneksi internet saat pendaftaran daring.
“Kami berharap sistem akan lebih stabil ke depannya dan masyarakat lebih paham mengenai alur dan tahapan pendaftaran. Edukasi menjadi kunci agar proses ini berjalan lebih baik setiap tahunnya,” pungkasnya.
Dengan terpenuhinya kuota tahap pertama dan dibukanya tahap kedua jalur prestasi, SMAN 1 Manonjaya menunjukkan kesiapan dan komitmennya dalam menjaring siswa-siswa terbaik dari berbagai latar belakang. Sekolah ini terus mendorong layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi generasi masa depan.
Reporter: Heni Nurhaeni














