Sosok Aiptu Jimmy juga diakui para murid sebagai guru yang mengayomi dan sabar dalam membimbing. Muhammad Mahdi, salah satu santri yang belajar sejak 2021, menyebut Aiptu Jimmy sebagai guru favorit.
“Ini yang kami banggakan dari Ustaz Jimmy Farma. Akhiratnya dapat, dunia pun dapat. Beliau mengajarkan Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan,” ujar Mahdi, Minggu (27/4/2025).
Mahdi menambahkan, di pondok itu, para murid tak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperdalam ilmu tajwid dengan metode yang mudah dipahami dan menyenangkan.
Hal serupa disampaikan Handany Fariz, santri yang bergabung sejak 2022.
“Belajar di pondok ini menyenangkan. Aiptu Jimmy tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, tapi juga beberapa hadis. Beliau orangnya baik dan semua pelajaran diberikan gratis. Saya berharap beliau mendapat hadiah umrah,” ujar Fariz.
Dengan ketulusannya, Aiptu Jimmy membuktikan bahwa polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan sosial yang membawa kebaikan di tengah masyarakat. Dedikasi Aiptu Jimmy Farma menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom yang membawa keberkahan.***














