Sementara itu, Camat Panumbangan, Edi Yudianto, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Ia juga menyebut sosialisasi ini sangat penting karena isu transportasi pelajar juga menjadi perhatian di tingkat kecamatan.
“Kami di Panumbangan sudah sering menerima surat edaran dari bupati dan membahasnya dalam rapat-rapat koordinasi,” jelasnya.
“Dari situ kami simpulkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, desa, dan lembaga lain untuk mencari solusi transportasi yang aman dan terjangkau,” ucapnya, menambahkan.
Ia menjelaskan, beberapa desa di Panumbangan bahkan sudah mulai menyiapkan skema antar-jemput siswa.
Untuk memuluskan itu, melibatkan BUMDes dan komite sekolah, sebagai alternatif pengganti kendaraan pribadi.
Sosialisasi serupa sebelumnya telah digelar di Banjarasari, Kawali, dan Rancah, dan akan berlanjut ke wilayah Ciamis sebagai penutup.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk budaya disiplin dan keselamatan sejak dini di kalangan pelajar,” pungkasnya.














