Bahkan mendahului aspek kepintaran (pinter) yang berada pada poin keempat dalam susunan Panca Waluya.
“Dalam Panca Waluya, nilai cager dan bager harus menjadi dasar setiap pendidik. Kepintaran itu penting, tetapi karakter yang kuat harus menjadi fondasinya,” ujarnya.
“Panca Waluya memberi identitas lokal yang kuat dan dekat dengan budaya Sunda, namun tetap selaras dengan tujuan pendidikan nasional,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, sekolah berharap seluruh pendidik dapat menjadi teladan dalam mengamalkan Panca Waluya, sehingga siswa yang dihasilkan memiliki karakter waluya.
Heni/kondusif














