Ciamis, Kondusif – Puluhan siswa SMPN 4 Pamarican, Ciamis, tumbang akibat keracunan makanan bergizi gratis (MBG) pada Senin (29/09/2025).
Kasus itu membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas: menutup sementara dapur MBG Pamarican Sukajadi.
Dalam surat resmi bernomor 544/D.TWS/09/2025 yang ditandatangani Deputi Bidang Pengawasan BGN, Alberius Dony Dewantoro, disebutkan penghentian berlaku hingga investigasi rampung.
“Untuk sementara SPPG Ciamis Pamarican Sukajadi dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” bunyi surat itu.
Fakta bahwa dapur baru beroperasi lalu langsung ditutup memperlihatkan lemahnya verifikasi sejak awal program.
Hotline Transparansi Dipertanyakan
Dua hari sebelum insiden, BGN baru meluncurkan hotline pengaduan MBG agar masyarakat bisa aktif mengawasi program.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyebut hotline itu sebagai jaminan transparansi.
“Kami ingin pelaksanaan MBG berjalan transparan dan berkualitas. Karena itu, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aduan maupun masukan,” katanya, Sabtu (27/09/2025).
Namun, insiden Pamarican menunjukkan pengawasan berbasis aduan saja tidak cukup.
Publik mempertanyakan efektivitas hotline ketika dapur tetap berjalan tanpa sertifikasi higienis.
Pemerintah Pusat Wajibkan SLHS
Pasca KLB Bandung Barat yang merenggut lebih dari seribu korban, pemerintah pusat mengeluarkan aturan baru.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan setiap dapur MBG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Harus atau wajib hukumnya setiap SPPG punya SLHS,” tegas Zulhas dalam konferensi pers, Minggu (28/09/2025).
Ia menjelaskan, SLHS adalah pengakuan tertulis dari Dinas Kesehatan bahwa suatu dapur memenuhi standar higienis dan sanitasi.
Selain itu, dapur wajib mensterilisasi alat makan dan memperbaiki alur limbah. “Kementerian dan lembaga terkait harus bersama-sama aktif dan tidak saling menunggu,” tambahnya.
Kepala Staf Presiden, Muhammad Qodari, menyebut fakta lapangan sangat mengkhawatirkan. Dari 8.583 dapur MBG yang beroperasi hingga 22 September, hanya 34 yang memiliki SLHS.
“Sedangkan 8.549 SPPG existing belum memiliki SLHS,” ungkap Qodari.














