Seluruh elemen masyarakat bahu-membahu mempersiapkan acara, dari membersihkan lokasi hingga menyediakan hidangan.
Sementara itu, Kepala Desa Wanasigra, Yudi Wahyudi, menyebut Merlawu sebagai perekat silaturahmi.
”Semoga tradisi ini terus berlanjut. Ini adalah warisan luhur yang menguatkan kebersamaan dan persatuan,” harap Yudi.
Situs Gandoang yang Penuh Makna
Lebih lanjut, Situs Kabuyutan Gandoang sendiri menambah kesakralan acara.
Lokasi ini juga diyakini sebagai pusat kebudayaan Sunda pada masa lampau, menyimpan nilai sejarah yang tak lekang oleh waktu.
Kehadirannya juga seolah menjadi saksi bisu betapa tradisi Merlawu terus dihidupkan dari generasi ke generasi.
Dengan penuh doa dan harapan, upacara adat Merlawu kembali menegaskan posisinya sebagai penopang budaya dan kearifan lokal.
Sebuah perayaan yang mengingatkan bahwa di balik kemajuan, rasa syukur dan kebersamaan adalah pondasi kehidupan yang paling hakiki.














