Mau tidak mau, setiap negara butuh menyimpan dolar sebagai cadangan devisa. Inilah yang membuat “putaran” utang ini terus berputar selama puluhan tahun.
Kapan Pestanya Berakhir?
Pertanyaan besarnya: sampai kapan sistem ini bertahan? Prediksi para ahli mulai mengarah pada rentang tahun 2030 hingga 2040.
Ada titik jenuh yang menghantui. Saat ini saja, bunga utang yang harus dibayar Amerika mulai menyaingi anggaran militer mereka.
Bayangkan, pajak rakyat Amerika bukan lagi dipakai untuk membangun jalan atau sekolah, tapi habis hanya untuk membayar bunga.
Jika suatu saat negara-negara besar seperti blok BRICS benar-benar kompak meninggalkan dolar (dedolarisasi), maka permintaan terhadap dolar akan anjlok.
Di titik itulah, “sirkus” ini juga akan menghadapi ujian terberatnya.
Untuk saat ini, Amerika masih bisa bernapas lega bukan karena mereka disiplin mengelola uang, tapi karena dunia belum punya alternatif pengganti dolar yang lebih stabil.
Euro punya masalahnya sendiri, dan Yuan Tiongkok belum cukup terbuka bagi pasar global.
Selama “kepercayaan” masih menjadi mata uang tertinggi di pasar finansial, Amerika akan terus menjalankan roda utangnya.
Namun satu yang pasti: tidak ada sirkus yang bisa bertahan selamanya tanpa penonton yang mulai bosan.














