Setali tiga uang, harga daging ayam ras juga merosot ke angka Rp41.908 per kilogram, atau turun sekitar lima persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Beralih ke urusan bumbu dapur, bawang merah kini dihargai Rp38.968 per kilogram.
Penurunan ini didorong oleh pasokan yang kembali stabil di pasar-pasar induk.
Sementara itu, stok bawang putih honan justru dilaporkan mengalami surplus, yang menjaga harganya tetap terkendali di kisaran Rp35.346 per kilogram.
Menjaga Napas Inflasi
Meski tipis, harga beras pun ikut menunjukkan tren melandai. Beras medium kini bertengger di angka Rp13.164, sementara kelas premium di Rp14.549.
Penurunan yang berada di kisaran nol koma sekian persen ini tetap menjadi sinyal penting bahwa distribusi pangan mulai kembali ke jalurnya yang stabil.
Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat enggan jemawa.
Nining menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem ketahanan pangan daerah agar stabilitas ini tak sekadar menjadi fenomena musiman.
Strategi yang dijalankan mencakup penguatan cadangan pangan, perbaikan konektivitas distribusi, hingga mempererat Kerja Sama Antar Daerah (KAD).
Langkah-langkah taktis ini diambil bukan sekadar untuk mendinginkan angka di papan pasar, melainkan demi menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga dan memastikan laju inflasi daerah tetap berada dalam zona aman.
Jawa Barat kini tengah berupaya memastikan bahwa “jinaknya” harga pangan menjadi fondasi kuat bagi ekonomi warga pasca-hari raya.














