BANDUNG,Kondusif.com,- Harga Pangan di Jawa Barat, Gelombang kenaikan harga bahan pokok yang biasanya mengekor di belakang perayaan Idulfitri, kali ini tampak mulai kehilangan tenaga di Jawa Barat.
Memasuki pekan terakhir Maret 2026, denyut harga komoditas pangan di pasar-pasar tradisional mulai mendingin.
Pasokan yang melimpah berpadu dengan melandainya permintaan warga menjadi resep utama yang menyeret turun grafik harga di tingkat pedagang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengonfirmasi tren positif ini.
Menurutnya, komoditas yang sebelumnya sempat “mendidih” dan mencekik kantong konsumen terutama kelompok cabai dan daging sapi kini mulai bergerak ke arah normal.
Terjun Bebas Si Pedas
Kelompok sayur-mayur, khususnya keluarga cabai, mencatatkan kontraksi harga paling tajam.
Per Jumat, 27 Maret 2026, harga cabai rawit merah ambruk hingga 24,01 persen ke level Rp71.888 per kilogram.
Padahal, sepekan sebelumnya, komoditas ini sempat menjadi momok menakutkan bagi dapur rumah tangga.
Tak mau kalah, cabai merah besar pun meluncur turun 26,94 persen menjadi Rp47.184 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting kini dibanderol di angka Rp41.678 per kilogram.
Nining menyebutkan bahwa normalnya kembali permintaan masyarakat usai hiruk-pikuk Lebaran memainkan peran krusial dalam menekan harga si pedas ini.
Daging dan Bumbu Dapur Mulai Melandai
Di los daging, pemandangan serupa terlihat jelas.
Daging sapi yang sempat melonjak tinggi selama masa Lebaran, kini perlahan turun 7,07 persen menjadi Rp141.548 per kilogram.














