Hebatnya, program ini terus mendapat dukungan luas, mulai dari masyarakat umum hingga kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Mengapa dilaksanakan sekarang? Rusna menjelaskan bahwa pihaknya sengaja memilih waktu menjelang Ramadan untuk mengantisipasi penurunan stok darah.
Biasanya, jumlah pendonor menurun drastis saat bulan puasa.
Hal ini sering kali memicu kelangkaan darah di berbagai fasilitas kesehatan.
Akibatnya, pasien kritis dan penyandang thalasemia kerap kesulitan mendapatkan bantuan tepat waktu.
Sentuhan Kasih untuk Sesama
Tak hanya mengumpulkan kantong darah, panitia juga menyalurkan santunan kepada 171 penerima manfaat.
Secara rinci, santunan tersebut menjangkau 64 anak yatim, 40 penyandang thalasemia, dan 67 lansia atau jompo.
Sinergi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah daerah ini menjadi momentum kuat untuk memperkokoh kepedulian sosial di Kabupaten Ciamis.
Menutup kegiatan, Komunitas Doervoer kembali menegaskan komitmen mereka untuk terus menjadi garda terdepan dalam mendukung program kemanusiaan demi mewujudkan masyarakat Ciamis yang lebih sejahtera dan peduli sesama.














