“Pada waktu rapat di dewan, dari kami syarat-syarat untuk pemindahan itu sudah kami penuhi. Bahkan kami pernah mendengar bahwa lahan dan gedung kami ini sudah ditaksir harganya pada 2021,” kata Joko.
Namun hingga kini, relokasi belum juga terealisasi. Menurut Joko, pihaknya bahkan tidak mengetahui secara pasti di mana letak kendalanya.
“Tapi kok belum dilaksanakan juga kami juga belum tahu sebabnya, ada di mana persoalannya, di mana mandeknya. Padahal masyarakat sudah pada dibayar dan sudah pada pindah,” ujarnya.
Pembebasan lahan di kawasan permukiman sekitar sekolah, kata Joko, sebenarnya sudah dimulai sejak 2021. Namun, hanya sekolah yang belum mendapat kepastian. Padahal, aktivitas pembangunan jalan tol terus berjalan.
“Kami mohon kepada Bapak Presiden, Gubernur Jawa Barat, dan instansi-instansi terkait. Tolong bantu kami agar kami segera bisa relokasi ke tempat yang baru dan lebih nyaman. Agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu, dan proyek tol ini juga bisa berjalan lancar,” pungkasnya.














