“Bagi kami di KOPRI, membaca realitas bukan sekadar memahami teori, tetapi juga merasakan denyut kehidupan, khususnya dari sudut pandang perempuan yang kerap tak tersuarakan,” ucap Intan.
“Menulis menjadi langkah strategis untuk menyuarakan perubahan dari pinggiran,” ungkap Intan.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Riset PMII Galuh menjadi laboratorium ide dan refleksi bagi para peserta.
“Kami berharap peserta tak hanya mampu menyusun karya ilmiah, tapi juga menjadi aktivis yang memperjuangkan keadilan lewat tulisan dan gerakan.”
Materi Mendalam, Peserta Siap Jadi Peneliti Muda
Selama dua hari pelatihan, peserta dibekali dengan materi komprehensif mengenai metodologi penelitian.
Kemudian, teknik pengumpulan dan analisis data, hingga tata cara penulisan ilmiah yang terstruktur.
Dengan semangat membangun budaya riset di kalangan mahasiswa, Sekolah Riset PMII Galuh diharapkan mampu mencetak peneliti muda yang tidak hanya mumpuni secara akademisakademis.
Tetapi juga memiliki integritas dan keberpihakan terhadap isu-isu sosial.














