Ciamis,kondusif.com,– Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Galuh kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak kader intelektual melalui Sekolah Riset III yang digelar pada 19–20 Juli 2025 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.
Kegiatan bertema “Membaca Realitas, Menulis Perubahan” ini diikuti oleh peserta dari berbagai komisariat PMII se-Jawa Barat.
Dengan semangat membangun budaya akademik, Sekolah Riset PMII Galuh tidak hanya menjadi ruang belajar metodologi ilmiah.
Tetapi juga wadah untuk mengasah nalar kritis mahasiswa agar mampu membaca situasi sosial secara lebih mendalam dan solutif.
Menanamkan Nalar Kritis dan Gagasan Perubahan
Ketua Pelaksana, Syahrul Mubarok, menjelaskan bahwa membaca realitas bukan sekadar aktivitas mengamati permukaan.
Tetapi merupakan proses intelektual yang bertujuan memahami struktur sosial dan relasi kekuasaan secara kritis.
“Membaca realitas adalah landasan utama dalam penelitian. Sedangkan menulis perubahan adalah harapan besar agar hasil dari proses riset tidak hanya menjadi konsumsi intelektual, melainkan menjadi alat transformasi sosial,” tegas Syahrul.
Hal senada disampaikan oleh Ketua PMII Komisariat Galuh, Aldi Maulana, yang menilai Sekolah Riset ini sebagai upaya menjawab tantangan zaman.
“Ini adalah ikhtiar kami untuk mencetak kader yang tidak hanya reaktif, tetapi juga solutif. Riset adalah alat kita untuk memahami masalah secara mendalam, dan tulisan adalah medium mewujudkan gagasan perubahan yang konkret dan berdampak,” ujar Aldi.
KOPRI: Membaca Realitas dari Perspektif Perempuan
Sementara itu, Ketua KOPRI PMII Galuh, Intan Nur Permatasari, menekankan pentingnya kegiatan ini bagi kader perempuan.














