Alih-alih membela diri dengan retorika kaku, ia justru membeberkan realita pahit mengenai kondisi dapur keuangan daerah.
Bupati mengungkapkan fakta mengejutkan: meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, total APBD Ciamis justru merosot tajam.
Jika pada tahun 2020 Ciamis mengantongi Rp3,1 triliun, kini di tahun 2026, anggaran tersebut “mengerut” hingga tersisa Rp2,3 triliun.
”Saya tidak ingin mengambil jalan pintas dengan menaikkan pajak karena ekonomi masyarakat baru saja merangkak pulih. Kami lebih memilih mengoptimalkan potensi yang ada, meski konsekuensinya kami harus bekerja ekstra keras dengan anggaran yang terbatas,” tegas Herdiat.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Meskipun dihimpit keterbatasan fiskal, Bupati memastikan bahwa isu kesehatan, infrastruktur, dan pembangunan mental tetap menjadi prioritas utama.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik memang bergantung pada uang, namun pembangunan karakter adalah tanggung jawab kolektif termasuk mahasiswa sebagai kontrol sosial.
Pertemuan yang dihadiri jajaran Kepala Dinas terkait ini diakhiri dengan komitmen bersama.
Aliansi BEM Ciamis Raya sepakat untuk terus menjadi “pengingat” yang vokal, sementara Pemerintah Kabupaten Ciamis berjanji untuk tetap transparan dalam setiap langkah pembangunan di tengah tantangan zaman.














