“Kita harus fokus dan serius. Ini tentang masa depan anak bangsa. Inventarisasi informasi kami siapkan agar koordinasi dan pengawasan menjadi lebih mudah,” katanya tegas.
Menurutnya, program ini tidak hanya menyentuh aspek gizi anak sekolah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Ada potensi besar untuk membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui rantai pasok bahan pangan lokal,” jelasnya.
Dorong Pertumbuhan PAD dan Ekonomi Lokal
Baik Satgas maupun FPAB sepakat, implementasi Program MBG yang tepat dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Erwan optimistis, dampaknya bisa terasa hingga tingkat desa.
“Kalau program ini berjalan baik dengan asas sosial yang kuat, perputaran uangnya bisa lebih besar dari APBD Ciamis,” kata Erwan penuh harap.
Oki menambahkan, pelibatan masyarakat sangat penting agar manfaat program benar-benar merata.
“Asal pelaksanaannya tepat, masyarakat bisa ikut berpartisipasi langsung maupun tidak langsung dalam suplai bahan baku. Kita bisa libatkan BUMDes atau Koperasi Merah Putih untuk menampung komoditas hasil tani,” ujarnya.
Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan
FPAB berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Satgas, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program nasional ini.
Sinergi lintas sektor dinilai krusial agar manfaatnya benar-benar dirasakan generasi penerus bangsa.
Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, Kabupaten Ciamis diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat.














