Pengeluaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan pemerintahan, mulai belanja pegawai, barang dan jasa, hingga belanja hibah.
Selain itu, belanja bantuan keuangan untuk kabupaten, kota, dan desa juga masuk dalam realisasi pengeluaran tersebut.
Di sisi lain, belanja modal menjadi komponen terbesar dengan nilai melebihi Rp32 miliar.
Belanja modal tersebut difokuskan pada peningkatan fasilitas publik serta percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
Dengan demikian, setelah menghitung seluruh penerimaan dan pengeluaran, saldo kas daerah tercatat tetap berada di angka Rp2,28 triliun.
Pemprov memastikan pengelolaan saldo kas jabar selalu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku.
Langkah itu diambil untuk menjaga stabilitas fiskal serta mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis.
Sumber : Pemprov Jabar














