Ia meyakini, kompetisi yang berkesinambungan akan melahirkan atlet potensial yang mampu mengharumkan daerah dan bangsa.
Bupati Ciamis juga menyoroti cabang atletik yang memiliki banyak nomor pertandingan dan membuka peluang luas bagi atlet putra maupun putri.
Peluang tersebut, menurutnya, hanya akan optimal jika didukung pembinaan serius, terarah, dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.
Sorotan lain diarahkan pada penegakan sportivitas selama kejuaraan berlangsung. Herdiat meminta seluruh perangkat pertandingan bekerja profesional.
Ia menegaskan, keputusan wasit dan dewan juri harus jujur, adil, dan objektif agar tidak merugikan atlet.
“Saya minta wasit dan dewan juri bertugas profesional, jujur, dan adil. Jangan ada atlet yang pulang dengan rasa kecewa,” tegas Herdiat.
SAGC Championship 2025 Uji Kemampuan Atlet
Sementara itu, Ketua PASI Kabupaten Ciamis Aep Saepuloh menjelaskan, kejuaraan ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
Ia menyebut, SAGC Championship bertujuan menguji kemampuan atlet, menjaring bibit unggul, serta meningkatkan kualitas kebugaran jasmani.
Aep menambahkan, kejuaraan di Stadion Atletik Prabu Linggabuana juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet dan pelatih.
Ia berharap ajang ini mendorong sukses penyelenggaraan, prestasi, serta pemberdayaan potensi daerah melalui atletik yang bermartabat di Ciamis.














