Berdasarkan Indonesian Health Survey 2023, 19,32 persen anak dari kelompok ini mengalami stunting.
Ketimpangan tersebut berakar pada pendidikan ibu, kondisi ekonomi keluarga, serta akses layanan gizi yang tidak merata.
Kemudian, luka struktural berikutnya terlihat pada kondisi psikososial keluarga rentan.
Maria Holly Herawati, peneliti Pusat Riset Masyarakat dan Gizi, menemukan tingginya tekanan emosional pada orang tua yang merawat balita dengan gizi buruk atau tuberkulosis.
Minimnya dukungan sosial juga membuat stres keluarga meningkat dan menghambat proses pemulihan anak.
Rangkaian riset ini menunjukkan bahwa ketimpangan keluarga tidak berdiri sendiri.
Masalah kesehatan, pendidikan, permukiman, dan psikososial saling terhubung dan menciptakan ketidaksetaraan berlapis yang menghambat tumbuh kembang anak.
Melalui pendekatan multidisiplin, BRIN juga menegaskan komitmennya menghadirkan basis data dan analisis ilmiah guna mendorong kebijakan sosial yang lebih inklusif dan berpihak pada kelompok rentan.
Sumber: Humas BRIN














