“Pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah, sekolah, dan orang tua. Rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan publik harus terus ditumbuhkan,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Wamendikdasmen Atif Latiful Hayat menekankan bahwa kualitas guru tetap menjadi kunci utama kemajuan pendidikan.
Pemerintah pusat, kata dia, terus berupaya memperkuat peran guru agar lebih fokus pada tugas mendidik.
“Kami ingin guru hadir sebagai pendidik yang berkualitas. Beban administratif yang tidak perlu akan kami kurangi, sehingga guru bisa lebih berkonsentrasi mengajar dan membina peserta didik,” ungkap Atif.
Atif juga mengapresiasi Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah penerima alokasi anggaran revitalisasi pendidikan terbesar secara nasional.
Ia menilai hal tersebut sebagai peluang besar untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Ke depan, ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus berlanjut pada 2026.
Program revitalisasi tersebut direncanakan menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, PKBM, SD, hingga SMP.
“Tujuannya jelas, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik,” pungkasnya.
Wartawan: Heni
Editor: Kondusif.com














