Deden memperkirakan setidaknya ada sekitar 150 orang yang hadir memadati area pemakaman tersebut.
Meski ramai, suasana tetap berjalan tertib dan penuh kekeluargaan.
Sementara itu, Fauzi, salah seorang warga yang ikut serta dalam rombongan, menyambut positif kegiatan ini.
Ia menilai, Tahlil Akbar bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momen pulang kampung yang bermakna bagi warga yang merantau.
”Kegiatan ini sangat positif dan memang sudah menjadi agenda rutin tahunan. Uniknya, penyelenggaraannya digilir per RW di wilayah Dusun Desa. Kebetulan tahun ini giliran RW 01 yang menjadi tuan rumah,” tutur Fauzi.
Melalui kegiatan ini, warga berharap tradisi doa bersama tidak hanya menjadi rutinitas tahunan.
Tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kerukunan antar-tetangga di tengah momentum kemenangan Idulfitri.














