Meski kondisi anggaran serba terbatas, Bupati menekankan bahwa pemerintah tidak akan mengurangi komitmen pelayanan publik.
Rasionalisasi Ciamis Tahun 2026 Tetap Berikan Pelayanan Terbaik
Ia meminta para ASN dan OPD tetap memberikan pelayanan terbaik.
“Peperiheun duit eweuh teu aya tapi berikan pelayanan terbaik. anggaran sangat minim namun tuntutan kerja tetap harus dipenuhi,” tegasnya.
Terkait program Anugerah Masjid Ramah, Bupati memastikan kegiatan tersebut tetap berjalan menggunakan skema anggaran yang sudah direncanakan.
Penilaian masjid ramah sendiri berlangsung selama enam bulan dan bersumber dari APBD Ciamis 2025.
Menurut Bupati, keberpihakan pemerintah pada pembangunan keagamaan tetap dipertahankan walaupun kemampuan fiskal daerah sedang tertekan.
Ia juga menegaskan bahwa meski terjadi rasionalisasi besar-besaran, semangat pemerintah untuk mendukung kegiatan keagamaan, memakmurkan masjid, dan menjaga moral generasi muda tidak akan surut.
“Ciamis Rp 174,8 miliar, untuk Ciamis uang sebesar itu sangat besar sekali sangat berpengaruh terutama untuk keberlangsungan pembangunan,” jelasnya.
Namun, Herdiat optimistis Ciamis tetap mampu keluar dari tekanan fiskal melalui kerja sama dan semangat bersama berbagai unsur masyarakat, termasuk para sesepuh, DKM, MUI, Kemenag, hingga Baznas.
“Kita tidak putus asa sekalipun dengan keterbatasan, segala kekurangan kita semangat terus optimistis terus mudah mudahan kita dapat memberikan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya.














