Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan sekadar urusan estetika, melainkan indikator kegagalan birokrasi dalam memberikan layanan dasar.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi panggilan untuk bangun! Kita ini penghasil sampah plastik di laut juara tiga dunia, bahkan kita menyalip Amerika Serikat,” tegas Tito dengan nada bicara yang intens.
Selaras dengan itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan bahkan melontarkan ancaman yang lebih serius.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah dari hulu ke hilir harus segera tuntas.
Jika tidak, pemerintah tidak akan segan-segan menerapkan sanksi hukum.
“Harus segera dituntaskan. Kalau tidak, akan ada tindakan tegas. Pemda pun bisa terkena pidana jika abai dalam pengelolaan sampah,” pungkas Zulkifli sebelum membuka acara secara resmi.
Dua Hari Penentuan Komitmen
Rakornas yang berlangsung selama dua hari (25-26 Februari) ini akan menjadi ajang “sidang” bagi daerah-daerah berkinerja buruk.
Selain menerima arahan teknis soal penegakan hukum, para kepala daerah dijadwalkan akan menandatangani komitmen bersama pada akhir kegiatan.
Pemerintah berharap, nihilnya raihan Adipura tahun ini menjadi titik balik bagi daerah untuk lebih serius bergerak.
Mengingat waktu operasional tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diprediksi akan habis secara teknis pada tahun 2028 mendatang.














