“Pendataan masih dilakukan, terutama untuk memastikan skala kerusakan dan kebutuhan mendesak para korban,” kata Anjar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat banyak rumah yang atapnya rusak parah.
Sejumlah pohon besar juga dilaporkan tumbang dan sempat menghambat akses jalan warga.
Petugas gabungan bersama masyarakat kini bahu-membahu membersihkan puing-puing dan melakukan evakuasi mandiri.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di wilayah Ciamis dalam beberapa waktu ke depan.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah, untuk menyalurkan bantuan secepatnya,” imbuh Anjar.
Situasi saat ini berangsur kondusif, namun warga terdampak puting beliung masih membutuhkan uluran tangan, baik dalam bentuk logistik, terpal, maupun material bangunan.














