“Tugas pengawasan membuat kami harus terus mengikuti laporan, kami proses semua masukan agar tidak ada keluhan yang terabaikan,” ujarnya.
Dalam pertemuan terakhir antara Komisi D dan Dinas Kesehatan, Pustu Nasol masuk dalam pembahasan prioritas. Perbaikan akan diupayakan pada tahun anggaran berikutnya.
“Dinas sudah menyampaikan rencananya, pustu Nasol diprioritaskan dalam agenda perbaikan tahun 2026,” jelasnya.
Namun ia menegaskan proses itu tetap membutuhkan tahapan teknis, mulai dari pengkajian struktural bangunan hingga penentuan bentuk rehabilitasinya.
“Kami terus kawal prosesnya, agar rencana ini tidak hanya berhenti di meja rapat,” ujarnya.
Komisi D berharap upaya perbaikan berjalan cepat sehingga masyarakat Desa Nasol kembali merasakan pelayanan kesehatan yang aman tanpa kekhawatiran saat musim hujan.
“Kami ingin warga mendapatkan layanan yang layak, itu tanggung jawab bersama, dan harus diwujudkan,” ucap Jaenal.














