Ia juga menambahkan peran aktif masyarakat, mulai dari aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG, hingga layanan Command Center 171, sebagai bagian dari ekosistem pemutakhiran data yang lebih terbuka.
Dukungan Daerah Menguat
Sekda Jabar Herman Suryatman menyambut baik langkah Kemensos.
Ia menilai bahwa penguatan Puskesos dan perbaikan data akan memberikan efek domino pada kualitas pembangunan.
“Good data, good decision, good result. Data yang bagus akan menghantarkan kita membuat keputusan yang bagus dan hasilnya pun bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabupaten Kuningan menjadi contoh daerah yang merasakan manfaat reformasi data.
Kepala Dinas Sosial Kuningan, Toto Toharuddin, menyebut angka kemiskinan di wilayahnya menurun signifikan setelah peralihan dari DTKS ke DTSEN.
“Kuningan saat ini angka kemiskinannya turunnya cukup signifikan. Mudah-mudahan langkah itu terus diperkuat,” ujarnya.
Penegasan Arah Kebijakan
Melalui pengaktifan kembali Puskesos desa, pemerintah berharap pemutakhiran data tidak lagi tersentralisasi di daerah, melainkan benar-benar bergerak dari titik terdekat dengan warga.
Dengan jalur aduan yang lebih mudah, petugas desa yang lebih aktif, serta sistem yang lebih konsisten.
DTSEN ditargetkan menjadi basis data paling akurat untuk menentukan kebijakan kesejahteraan sosial di Indonesia.
Sumber: Kemensos RI














