Menurutnya, jika para elit kompak dan rakyat bersatu melalui kekuatan sholawat, maka program kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah tercapai.
Pesan Sejuk Habib Syech: “Ciamis Itu Cintaku Amat Manis”
Acara inti yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf berlangsung sangat khidmat.
Memulai majelis dengan lagu Mabruk Alfa Mabruk sebagai ucapan selamat untuk HAB ke-80, Habib Syech juga memuji kemegahan Stadion Galuh Ciamis.
Beliau sempat berseloroh dengan menyebut Ciamis sebagai akronim dari “Cintaku Amat Manis”, yang disambut riuh tawa jamaah.
Namun, di balik suasana ceria tersebut, Habib Syech menyelipkan pesan-pesan kebangsaan yang sangat kuat.
Beliau mengajak jamaah mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di Sumatera dan Aceh, serta mendoakan para pemimpin agar selalu amanah.
Melawan Provokasi di Era Digital
Secara khusus, Habib Syech mengingatkan jamaah untuk bijak dalam menggunakan teknologi.
Beliau meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten di ponsel pintar yang dapat memecah belah bangsa.
”Jangan saling mencaci, karena cacian akan kembali kepada diri sendiri. Mari kita bangun Indonesia ke depan dengan kasih sayang, saling mencintai, dan meringankan beban sesama,” tegas beliau sebelum meneriakkan semboyan “NKRI Harga Mati”.
Sinergi untuk Jawa Barat yang Aman
Acara yang dihadiri oleh pimpinan pondok pesantren dari NU, Muhammadiyah, hingga Persis ini berjalan sangat kondusif berkat sinergi apik antara TNI, Polri, dan seluruh stakeholder Kabupaten Ciamis.
Melalui Sholawat Kebangsaan ini, diharapkan Jawa Barat senantiasa mendapat hidayah, terjaga dari bencana, serta menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera.














