Sementara itu, 10 orang sisanya dijadwalkan menyusul pada hari Rabu ini untuk melengkapi proses evakuasi kloter awal.
Diplomasi di Balik Layar
Langkah penyelamatan ini bukan tanpa persiapan matang.
Sejak alarm konflik berbunyi, Kementerian Luar Negeri langsung menyalakan “lampu kuning” dan mempererat koordinasi dengan seluruh Perwakilan RI di Timur Tengah.
Mengapa evakuasi ini krusial?
Keamanan Tanpa Kompromi: Prioritas utama pemerintah adalah memastikan tidak ada satu pun nyawa WNI yang terancam oleh serpihan konflik.
Data Akurat: KBRI Tehran mencatat masih ada sekitar 329 WNI di Iran, mayoritas adalah mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Qom.
Langkah Kontinjensi: Pemerintah terus melakukan assessment harian untuk menentukan langkah bantuan selanjutnya bagi mereka yang masih bertahan.
Estafet Hingga ke Kampung Halaman
Perjalanan mereka tidak berhenti di bandara. Setelah melewati proses skrining, Pemerintah Daerah (Pemda) akan mengambil alih tongkat estafet untuk memfasilitasi perjalanan para WNI ini hingga sampai ke depan pintu rumah mereka masing-masing di berbagai pelosok daerah.
Melalui aksi ini, pemerintah kembali menegaskan komitmennya: sejauh apa pun mereka merantau, negara akan selalu hadir sebagai payung pelindung saat badai melanda. Saat ini, komunikasi intensif dengan KBRI Tehran tetap terjaga 24 jam demi memantau kondisi ratusan WNI lainnya yang masih berada di sana.














