Pihak kepolisian sempat berupaya mencari ke kediaman orang tuanya dan melayangkan dua kali surat panggilan, namun Rio tetap tak menunjukkan batang hidungnya.
Pamer Gaji Rubel via WhatsApp
Titik terang keberadaan Rio justru muncul dari dirinya sendiri.
Pada awal Januari 2026, ia tiba-tiba mengirimkan pesan WhatsApp kepada rekan-rekannya di Satbrimob Polda Aceh.
Tak main-main, pesan tersebut berisi foto dan video yang menunjukkan aktivitasnya sebagai tentara bayaran Rusia.
”Ia bahkan memamerkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang ia terima dalam mata uang Rubel,” ungkap Joko.
Jejak Disersi Personel Brimob ke Donbass, Perjalanan Udara dan Sanksi PTDH
Pihak kepolisian pun bergerak cepat menelusuri data manifes penerbangan.
Hasilnya, Rio diketahui terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Shanghai pada 18 Desember 2025, lalu melanjutkan perjalanan ke Haikou, Tiongkok, sebelum akhirnya diduga mencapai wilayah Rusia.
Merespons tindakan fatal ini, Polda Aceh mengambil langkah tegas.
Melalui sidang in absentia yang digelar pada 9 Januari 2026, Bripda Muhammad Rio akhirnya resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
Secara akumulatif, Rio telah menjalani tiga kali sidang kode etik sebelum akhirnya didepak dari kesatuan Polri akibat disersi dan keterlibatannya dengan militer asing.














