Ia menambahkan, meskipun kondisi APBD sedang tidak baik dan mengalami efisiensi besar-besaran.
Keberpihakan Pemerintah Kabupaten Ciamis terhadap pembangunan keagamaan tetap menjadi prioritas.
Bahkan di tengah keterbatasan anggaran, dukungan terhadap peningkatan kualitas masjid tetap dipertahankan.
Dalam wawancara usai acara, Bupati kembali menegaskan bahwa Masjid Ramah bertujuan menghidupkan kembali budaya magrib mengaji,
Kemudian, shalat berjamaah, serta menjadikan masjid sebagai ruang yang nyaman bagi generasi muda.
Menurutnya, lebih baik anak-anak muda berkumpul di masjid daripada terjerumus kegiatan yang tidak karuan.
“Selama saya menjabat, kegiatan ini tidak akan hilang. Program ini harus menjadi pendorong dan penyemangat bagi seluruh DKM,” tegasnya.
Dengan demikian, Anugerah Masjid Ramah bukan lagi sekadar lomba.
Tetapi bagian dari gerakan moral bersama yang akan terus mengakar di Kabupaten Ciamis sepanjang kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya.














