Salah satu yang ia soroti adalah kekuatan gotong royong senjata rahasia warga Ciamis.
Bupati mencontohkan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Meski bantuan stimulan dari pemerintah tergolong cekak, bangunan tetap berdiri kokoh berkat swadaya dan kerja bakti warga desa.
Inilah yang ia sebut sebagai energi luar biasa yang melampaui angka-angka di atas kertas APBD.
Menjaga Napas Masyarakat
Selain efisiensi belanja, Pemkab Ciamis juga mengambil langkah berani dengan tidak latah menaikkan pajak daerah secara drastis.
Kebijakan ini diambil demi menjaga napas ekonomi dan keseimbangan sosial masyarakat yang baru saja merayakan hari kemenangan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan,” tambahnya, sembari mengajak para ASN untuk meningkatkan ketakwaan sebagai fondasi bekerja.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, melaporkan bahwa rangkaian ibadah mulai dari Salat Idulfitri di Alun-alun Ciamis hingga pertemuan hari ini berjalan lancar.
Baginya, Halalbihalal bukan sekadar ajang maaf-memaafkan, melainkan bahan bakar untuk mempererat kembali mesin birokrasi yang sempat mendingin selama libur lebaran.
Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan tausiyah dari KH. Yayan Ahmad Jalaluddin, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Inayah Banjarsari, yang mengingatkan pentingnya menjaga amanah kepemimpinan di masa-masa sulit.














