Setelah menyimak paparan dari OIKN, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan kritis.
Mensesneg menjelaskan bahwa catatan tersebut berfokus pada dua poin utama: perbaikan kualitas dan percepatan proses.
Presiden meminta OIKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk terus menyempurnakan aspek desain dan efisiensi fungsi bangunan.
Langkah ini diambil agar setiap infrastruktur yang terbangun tidak hanya megah secara visual, tetapi juga berfungsi optimal dalam melayani kepentingan negara.
Menuju Pemerintahan yang Utuh
Langkah percepatan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menargetkan tiga fungsi utama pemerintahan eksekutif, legislatif, dan yudikatif dapat segera beroperasi secara penuh di IKN dalam waktu dekat.
”Inti catatannya adalah perbaikan dan percepatan. Tujuannya agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN bisa segera terwujud dan selesai tepat waktu,” pungkas Mensesneg.














