banner 720x220
News  

Pesantren Naik Kelas! Prabowo Resmikan Direktorat Jenderal Pesantren

Foto : BPMI Setpres
Foto : BPMI Setpres

“Dengan jumlah santri sekitar 16 juta orang, Presiden ingin mereka dibekali pengetahuan teknologi dan ekonomi agar mampu berdaya saing,” ujar Mensesneg.

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berkarakter religius.

Santri Akan Dilatih Bidang Konstruksi dan Sipil

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kementerian PU tengah menyiapkan program pelatihan konstruksi dan teknik sipil bagi santri.

Program ini diharapkan mampu membekali mereka keterampilan praktis yang bermanfaat di lingkungan pesantren.

“Kita ingin ada santri yang memiliki keahlian teknis di bidang bangunan dan konstruksi, agar bisa membantu pengawasan pembangunan di pesantren masing-masing,” jelas Prasetyo.

Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Pendanaan Akan Disesuaikan dengan Hasil Verifikasi

Terkait dukungan anggaran, pemerintah memastikan bahwa pembiayaan akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara selektif.

Proses verifikasi dan inventarisasi tengah dilakukan untuk memastikan penyaluran dana tepat sasaran.

“Kita akan lihat dulu hasil pendataan dan kemampuan APBN. Semua akan dihitung secara cermat agar penggunaan anggaran efisien,” tegas Mensesneg.

Dengan terbentuknya Ditjen Pesantren, pemerintah berharap pengelolaan lembaga pendidikan Islam di Indonesia semakin terarah, aman, dan berkualitas.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *