“Kami sudah komunikasi dengan ketua organisasi media itu. Intinya ingin bertemu dan membahas langkah selanjutnya. Mungkin nanti difasilitasi oleh teman-teman aparat penegak hukum agar semuanya terang,” jelasnya.
Imbauan untuk Pemerintah Desa
Dalam kesempatan itu, Ahim juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh pemerintah desa di Kabupaten Ciamis.
Ia meminta para perangkat desa tidak gentar menghadapi tekanan atau intimidasi, apalagi sampai mengeluarkan uang di luar ketentuan.
“Ketika kita benar, harus berani meneriakkan kebenaran. Jangan mau diintervensi, jangan mau diintimidasi, apalagi sampai mengeluarkan uang lebih dari Rp1 juta,” katanya.
Menurutnya, tindakan seperti itu justru dapat menodai pengelolaan keuangan desa karena tidak ada anggaran yang diperuntukkan bagi hal-hal di luar program kerja.
“Itu bisa memperburuk APBDes. Tidak ada anggaran untuk urusan seperti itu,” ujarnya menegaskan.
Pihak Wartawan Tidak Hadir
Dari pantauan di lokasi, pihak Wartawan yang sebelumnya mengirimkan surat permohonan jumpa pers kepada Camat Sadananya, tidak hadir dalam forum tersebut.
Surat permohonan itu sebelumnya berisi rencana pertemuan untuk menjelaskan dugaan intimidasi terhadap salah satu wartawan.
Meskipun tanpa kehadiran pihak wartawan, pertemuan PPDI Ciamis berjalan kondusif.
Para peserta sepakat untuk terus memperkuat koordinasi antardesa dan menjaga hubungan baik dengan media yang kredibel, sembari tetap waspada terhadap oknum yang merusak marwah profesi jurnalistik.














