Maka temuan di Jazirah Arab tersebut berlaku otomatis untuk seluruh belahan bumi lainnya.
Berikut adalah beberapa poin teknis yang memperkuat keputusan tersebut:
Waktu Konjungsi: Fase ijtimak atau konjungsi terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 01:23:25 UTC.
Waktu Pertumbuhan: Rentang waktu antara konjungsi dan matahari terbenam memberi kesempatan bagi bulan untuk “tumbuh” hingga cukup tinggi untuk dilihat secara astronomis.
Validasi Sistem: Karena kriteria sudah terpenuhi di Hail sebelum pergantian hari UTC.
Maka Parameter Kalender Global 1 (PKG 1) juga dinyatakan sah tanpa perlu pengujian lapis kedua.
Akhir dari Ketidakpastian
Dengan kepastian ini, masyarakat tidak perlu lagi merasa was-was atau bergantung pada pemantauan cuaca lokal yang sering kali terhalang mendung.
Muhammadiyah menggunakan aplikasi KHGT Times versi 6.4 yang memiliki tingkat akurasi tinggi untuk memvalidasi seluruh perhitungan ini.
”Secara saintifik, otoritatif, dan syar’i dalam bingkai KHGT, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh secara serentak pada hari Jumat, 20 Maret 2026,” tegas Kasmui mengakhiri penjelasannya.
Langkah berani Muhammadiyah dalam mengadopsi kalender global ini diharapkan dapat mengakhiri perdebatan panjang mengenai perbedaan tanggal hari besar.
Sekaligus memberikan ketenangan bagi umat dalam merencanakan momen kemenangan mereka.














