“Stop bullying itu bukan slogan. Itu tindakan harian. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun siswa MTsN 10 Ciamis yang terjebak kelompok atau perilaku yang merusak masa depan,” tegasnya.
Selain membahas bahaya narkoba, tawuran, dan miras, polisi juga membuka obrolan tentang isu-isu sensitif di media sosial.
Selain itu, siswa juga diingatkan tak mudah terbawa informasi provokatif yang berpotensi memecah belah.
“Kalau ada masalah, jangan diselesaikan sendiri atau percaya kabar yang belum jelas. Laporkan cepat kepada kami. Keamanan itu kerja bareng,” kata AKP Rahmad Fanani.
Pendekatan ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi baru antara aparat keamanan dan sekolah bukan sekadar kunjungan seremoni.
Tapi upaya nyata memperkuat pagar moral bagi para pelajar di wilayah Banjarsari.














