Menurut Kapolres, kebutuhan jagung di Kabupaten Ciamis sangat besar, terutama untuk sektor peternakan unggas yang terus berkembang.
“Setiap harinya para peternak membutuhkan pasokan jagung dalam jumlah yang signifikan, yakni sekitar 110 ton per hari. Ini menjadi peluang besar bagi para petani untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sangkan Raharja 2, Tasiwa, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Polres Ciamis dalam membantu petani memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.
“Dukungan dari Polres Ciamis ini sangat berarti bagi kami para petani. Selain memberi semangat, juga membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga kontinuitas produksi, terutama saat musim kemarau. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut agar petani semakin maju dan sejahtera,” ungkap Tasiwa.
Tasiwa juga menambahkan bahwa kerja sama antara pemerintah, kepolisian, dan kelompok tani menjadi kunci dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Kami di tingkat Gapoktan siap mendukung penuh kegiatan ini, mulai dari penyediaan lahan hingga pengawasan di lapangan,” singkatnya.
Melalui kegiatan penanaman jagung serentak ini, Kapolres Ciamis mengajak seluruh pihak untuk menjadikannya sebagai momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, Polri, petani, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.
“Kita optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, Kabupaten Ciamis dapat menjadi salah satu lumbung jagung yang mampu menopang kebutuhan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kita tanam hari ini memberikan hasil yang melimpah, manfaat yang besar, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Hasna Ismie Lutfiyah














