Sementara itu, Agus (45), seorang driver ojek online, datang bersama rekan-rekannya. Ia mengaku biasanya harus mengatur ketat pengeluaran dapur.
“Kalau harga di pasar naik, kami yang penghasilannya harian paling kerasa. Program ini bukan cuma meringankan, tapi bikin hati adem karena kita merasa diperhatikan,” ucapnya.

Menurut Kapolda, Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya soal menekan harga, tetapi juga menjaga kestabilan pasokan menjelang perayaan HUT ke-80 RI. “Kalau harga pangan stabil, rasa aman di masyarakat juga ikut terjaga. Itu bagian dari menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Agustus ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak warga di berbagai komunitas. Kapolda berpesan agar masyarakat bijak berbelanja, tidak menimbun, dan saling membantu menjaga ketersediaan pangan.
“Saya ingin semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Semakin banyak yang terbantu, semakin kuat pula ketahanan ekonomi kita,” pungkasnya.***














