Husni menekankan bahwa kaderisasi harus melampaui aspek formal dan seremonial, menuju proses yang hidup, kontekstual, dan berkelanjutan.
“Transforming Movement adalah ikhtiar menjadikan PMII tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan itu sendiri. Kader PMII harus kritis dalam nalar, lincah dalam gerakan, dan kokoh dalam nilai,” tegas Husni.
Selain penguatan kaderisasi, Husni menegaskan komitmennya untuk mendorong PMII Ciamis lebih responsif terhadap persoalan mahasiswa, masyarakat, dan daerah.
PMII diharapkan hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam proses pembangunan Kabupaten Ciamis.
Konfercab XVIII ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PMII Cabang Ciamis.
Dengan semangat persatuan dan visi transformasi gerakan, PMII Ciamis diharapkan mampu mempertegas perannya sebagai laboratorium kader, ruang advokasi mahasiswa, serta garda intelektual muda dalam memperjuangkan nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan keindonesiaan.***
Penulis: Hasna Ismie Lutfiyah














