Tak berhenti di situ, petugas juga memantau jalur Lingkar Selatan dan Handapherang sebelum akhirnya merapat ke pusat keramaian seperti Pasar Manis, Terminal Ciamis, dan Stasiun Ciamis.
Strategi ini tidak hanya dilakukan secara terpusat. Di tingkat wilayah, tiap pos pengamanan juga bergerak serentak.
Mereka fokus mengurai kemacetan di titik rawan serta mengedepankan tindakan preemtif untuk memutus niat pelaku kejahatan sebelum mereka beraksi.
Mengedepankan Sisi Humanis
Di balik ketegasan instruksinya, Hidayatullah tetap mengingatkan jajarannya untuk menjaga etika.
Ia menekankan bahwa kehadiran polisi bukan untuk menakut-nakuti, melainkan memberikan rasa aman.
Pendekatan humanis dan persuasif menjadi kunci utama agar kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga.
”Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami hadir untuk mengayomi, bukan sekadar berpatroli. Jaga kesehatan, utamakan keselamatan, dan hindari pelanggaran yang dapat mencederai institusi,” tambahnya.
Langkah responsif Polres Ciamis ini mendapat respons positif dari warga.
Kehadiran aparat di jam-jam rawan dinilai efektif memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang baru saja kembali beraktivitas normal setelah libur panjang Idul Fitri.
Dengan patroli yang berkelanjutan, stabilitas keamanan di Tatar Galuh diharapkan tetap terjaga tanpa celah bagi pelaku kriminal.














