“Ini adalah bagian dari upaya kami membangun kesadaran bahwa PGRI merupakan organisasi profesi yang harus menjadi penerang dalam kegelapan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, guru harus siap menghadapi tantangan zaman dengan tenang, profesional, dan penuh senyum dalam setiap situasi.
Rangkaian kegiatan HUT PGRI akan ditutup dengan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) pada 20 Desember 2025.
Forum tersebut menjadi ajang evaluasi program enam bulan terakhir serta perumusan kegiatan tahun berikutnya.
Edi juga memastikan, kegiatan serupa akan terus berlanjut setiap tahun dengan variasi lomba yang berbeda.
“Insyaallah tahun depan tetap ada. Mungkin tidak nyanyi solo lagi, bisa jadi jaipongan rampak atau bentuk seni lain.
Yang penting unsur seni, olahraga, sosial, profesionalitas, dan organisasi tetap terjaga,” pungkasnya.
Heni/Kondusif














