“Data ini menunjukkan bahwa hasil produksi jagung dari wilayah kita memiliki kualitas dan daya saing yang baik,” jelas Kapolres.
Menurutnya, program ini juga bertujuan mengantisipasi dampak perubahan musim dan keterbatasan air.
Ketika memasuki musim kemarau, petani diharapkan tidak hanya bergantung pada padi, tetapi juga dapat mengandalkan jagung sebagai tanaman alternatif yang tetap menguntungkan.
Dukung Kemandirian Petani dan Pasok Pakan Ternak
Kapolres menambahkan, kebutuhan jagung di Kabupaten Ciamis cukup besar, terutama untuk sektor peternakan unggas yang terus berkembang.
Setiap harinya para peternak membutuhkan pasokan sekitar 110 ton jagung, yang menjadi peluang besar bagi petani lokal.
“Dengan menjaga kontinuitas produksi, petani tidak hanya membantu ketahanan pangan tetapi juga meningkatkan pendapatannya,” tegas Kapolres.














