Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari visi besar dalam membangun generasi yang religius dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen kita dalam memperkuat syiar Islam dan membangun masyarakat yang religius. Tidak hanya anak-anak dan remaja, tetapi juga lansia dan jurnalis ikut terlibat. Ini membuktikan bahwa pembelajaran agama tidak mengenal usia dan profesi,” ujarnya.
Foto: Pembukaan Pelantikan Pesantren Ramadhan dan Launching Anugerah Masjid Ramah Tingkat Kabupaten Ciamis
Salah satu yang menjadi sorotan adalah meningkatnya partisipasi para lansia yang mencapai 257 peserta, menunjukkan semangat luar biasa dalam menuntut ilmu agama di usia senja.
“Ini bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar. Kami berharap jumlah peserta terus bertambah dari berbagai kalangan, agar nilai-nilai Islam semakin mengakar kuat di masyarakat,” tambah Bupati.
Pesantren Ramadhan di Ciamis bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menyongsong masa depan. Dengan semangat ini, Ciamis semakin meneguhkan posisinya sebagai Kota Pesantren, yang tak hanya menjaga tradisi keislaman, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak SDM unggul menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.***














