Tak hanya itu, beliau juga menyinggung rapuhnya sistem perlindungan konvensional.
Kemunculan riset komputasi kuantum diprediksi akan membuat kata sandi (password) yang kita gunakan saat ini menjadi tidak berdaya.
“Dunia sedang bergerak ke era pasca-kuantum. Kata sandi bisa jadi tak bermakna lagi di masa depan,” tambahnya.
Keamanan Siber: Bukan Sekadar Teknologi
Menghadapi situasi ini, Kemkomdigi terus mendorong penerapan pendekatan Security by Design.
Melalui strategi ini, keamanan bukan lagi dianggap sebagai tambahan di akhir, melainkan fondasi utama yang dibangun sejak awal pengembangan sistem.
Wamen Nezar menekankan tiga pilar utama dalam menghadapi badai digital ini:
Kebiasaan (Habit): Membangun pola penggunaan perangkat yang sehat.
Kesadaran (Awareness): Memahami bahwa tidak ada ruang yang benar-benar aman saat terkoneksi internet.
Kepemimpinan (Leadership): Memastikan kebijakan perlindungan data berjalan efektif dari level tertinggi.
“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal kebiasaan dan kesadaran kita semua,” tutup Wamen Nezar.














